<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Harmoni Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com</link>
	<description>catatan kecil perjalanan hidup...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 04:45:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ikhlasulamalramadhan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Harmoni Kehidupan</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/osd.xml" title="Harmoni Kehidupan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>JABATAN: Antara Amanah dan Musibah</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/14/jabatan-antara-amanah-dan-musibah/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/14/jabatan-antara-amanah-dan-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 04:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/14/jabatan-antara-amanah-dan-musibah/</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah Anda saat ini? Sebagai apakah Anda dalam kehidupan saat ini? baik dalam keluarga, di tempat kerja ataupun di masyarakat sekitar tempat Anda tinggal. Sebagai apapun Anda, sudah sejauh manakah Anda mempertanggungjawabkan amanah dari kehidupan yang telah diberikan Yang Maha Kuasa? Belakangan ini berita-berita mengenai Pemilu mulai memanaskan lagi negeri ini. Bukan cuma berita, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=99&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="fullpost"><br />
Siapakah Anda saat ini? Sebagai apakah Anda dalam kehidupan saat ini? baik dalam keluarga, di tempat kerja ataupun di masyarakat sekitar tempat Anda tinggal. Sebagai apapun Anda, sudah sejauh manakah Anda mempertanggungjawabkan amanah dari kehidupan yang telah diberikan Yang Maha Kuasa?</p>
<p><span id="more-99"></span></p>
<p>Belakangan ini berita-berita mengenai Pemilu mulai memanaskan lagi negeri ini. Bukan cuma berita, bahkan segala kegiatan yang berhubungan dengan Pemilu telah sejak lama dilakukan. Ricuh karena memperebutkan kursi jabatan anggota Dewan Yang Terhormat, Gubernur, Bupati, Camat dan Lurah telah sering kita lihat dan dengar. Kini, kembali tiba gilirannya perebutan kursi DPR dan Presiden. Mengapa mereka begitu ingin menduduki jabatan tersebut? Padahal Jabatan adalah suatu amanah.</p>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an (QS. 4: 58) ada perintah untuk menunaikan amanah kepada pemilkinya, disusul dengan perintah menetapkan putusan yang adil, kemudian dilanjutkan dengan perintah taat kepada Allah, Rasul dan ulil amri (pemerintah). Perurutan uraian ayat seperti ini menjadi petunjuk bahwa jabatan serta wewenang kebijakan dan pengelolaan, merupakan amanah yang bersumber dari Allah, melalui orang banyak atau masyarakat, dan bahwa mereka memiliki hak untuk memilih sendiri siapa yang mereka inginkan untuk maksud tersebut.</p>
<p>Ketentraman dan stablitas merupakan kebutuhan masyarakat, dan itu tidak dapat terwujud tanpa undang-undnag dan peraturan serta tanpa penguasa yang mengelolanya. Dari sini, semua masyarakat, mengangkat pemimpinnya masing-masing. Demikianlah terlihat kesejalanan antara ayat di atas dengan logika dan kenyataan masyarakat manusia.</p>
<p>Jabatan bkan hak pribadi ataupun turunan, tetapi ia hak masyarakat. Karena itu, jangankan suap, hadiah dalam kaitan dengan jabatan pun dilarang. Ketika seorang pejabat pada masa Nabi Muhammad S.A.W menerima hadiah dan enggan menyerahkannya pada Kas Negara, Nabi bersabda: <em>&#8220;Cobalah dia duduk di rumah ibunya, apakah ia akan diberi hadiah?&#8221;</em></p>
<p>Wewenang mengelola adalah sesuatu yang berharga &#8220;empuk&#8221; kata sebagian orang, sehingga boleh jadi ada yang salah langkah guna mendapatkannya. Dalam hal ini Rasulullah bersabda: &#8220;Demi Allah, kami tidak mengangkat sebagai pejabat yang (kasak-kusuk) memintanya&#8221;, Rasul juga berpesan: &#8220;Jangan kasak-kusuk mencari jabatan karena bila engkau memperolehnya tanpa kasak-kusuk, engkau akan dibantu Allah. Allah menurunkan malaikat mndukung langkahmu&#8221;.</p>
<p>Jabtan adalah amanah. Ketika Abu Dzar meminta suatu jabatan, Babi SAW. bersabda:&#8221;Itu adalah amanah, ia adalah nista dan penyesalan di hari kemudian, kecuali yang menerimanya dengan hak (sesuai aturan mainnya), dan menunaikan kewajibannya&#8221;.</p>
<p>Sabda Nabi: &#8220;Apabila amanah disia-siakan, maka nantikanlah kehancuran&#8221;, ketika ditanya: &#8220;Bagaimana menyia-nyiakannya?&#8221;, Beliau menjawab: &#8220;Apabila wewenang pengelolaan diserahkan kepada yang tidak mampu&#8221;.</p>
<p>Dalam salah satu sabdanya, beliau menyebut tiga dari sekian sifat yang harus dimiliki oleh pejabat, yaitu Ketakwaan yang menangkal pelanggaran, kelapangan dada yang melahirkan simpati, dan kemampuan memimpin sehingga menjadi &#8220;bapak bagi anak-anaknya&#8221;.</p>
<p>Lantas, bagaimana dengan para pemimpin kita? bagaimana dengan para calon pemimpin yang akan segera &#8220;memperebutkan&#8221; kursi jabatan di pemerintahan? apa motivasi mereka? kita berharap saja semoga mereka dapat menjaga amanah yang telah diberikan rakyat pada mereka.</p>
<p>&lt;/span</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=99&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/14/jabatan-antara-amanah-dan-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teka Teki Imam Al Ghazali</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/12/teka-teki-imam-al-ghazali/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/12/teka-teki-imam-al-ghazali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 07:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Teka-teki Imam Al-Ghazali sumber: mediamuslim Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya, lalu beliau bertanya ( Teka Teki ) : Imam Ghazali: &#8220;Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?&#8221; Murid 1: &#8220;Orang tua&#8221; Murid 2: &#8220;Guru&#8221; Murid 3: &#8220;Teman&#8221; Murid 4: &#8220;Kaum kerabat&#8221; Imam Ghazali: &#8220;Semua jawaban itu benar. Tetapi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=97&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teka-teki Imam Al-Ghazali<br />
sumber: mediamuslim</p>
<p>Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya, lalu beliau bertanya ( Teka Teki ) :<br />
Imam Ghazali: &#8220;Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?&#8221;<br />
<span id="more-97"></span><br />
Murid 1: &#8220;Orang tua&#8221;<br />
Murid 2: &#8220;Guru&#8221;<br />
Murid 3: &#8220;Teman&#8221;<br />
Murid 4: &#8220;Kaum kerabat&#8221;<br />
Imam Ghazali: &#8220;Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185). </p>
<p>Imam Ghazali: &#8220;Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?&#8221;<br />
Murid 1: &#8221; Negeri Cina &#8220;<br />
Murid 2: &#8220;Bulan&#8221;<br />
Murid 3: &#8220;Matahari&#8221;<br />
Murid 4: &#8220;Bintang-bintang&#8221;<br />
Iman Ghazali: &#8220;Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama&#8221;.</p>
<p>Iman Ghazali: &#8220;Apa yang paling besar didunia ini ?&#8221;<br />
Murid 1: &#8220;Gunung&#8221;<br />
Murid 2: &#8220;Matahari&#8221;<br />
Murid 3: &#8220;Bumi&#8221;<br />
Imam Ghazali: &#8220;Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A&#8217;raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.&#8221; </p>
<p>Imam Ghazali: &#8220;Apa yang paling berat didunia?&#8221;<br />
Murid 1: &#8220;Baja&#8221;<br />
Murid 2: &#8220;Besi&#8221;<br />
Murid 3: &#8220;Gajah&#8221;<br />
Imam Ghazali: &#8220;Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.&#8221; </p>
<p>Imam Ghazali: &#8220;Apa yang paling ringan di dunia ini ?&#8221;<br />
Murid 1: &#8220;Kapas&#8221;<br />
Murid 2: &#8220;Angin &#8220;<br />
Murid 3: &#8220;Debu&#8221;<br />
Murid 4: &#8220;Daun-daun&#8221;<br />
Imam Ghazali: &#8220;Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat &#8221; </p>
<p>Imam Ghazali: &#8220;Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?&#8221;<br />
Murid- Murid dengan serentak menjawab: &#8221; Pedang &#8220;<br />
Imam Ghazali: &#8221; Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasan saudaranya sendiri.</p>
<p>“Sibukkanlah dirimu dalam agama, karena kalau tidak pun kamu akan sibuk tapi bukan dalam agama!”<br />
“Gunakan waktumu untuk agama, karena kalau tidak pun, waktumu akan kau gunakan tapi bukan untuk agama!”<br />
“Gunakan hartamu untuk agama, karena kalau tidak pun, hartamu akan kau gunakan tapi bukan untuk agama!”<br />
“Matilah kamu dalam agama, karena kalau tidak, kau pun akan mati tapi bukan dalam agama!”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=97&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/12/teka-teki-imam-al-ghazali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDONESIA: Sebuah Taman Surga</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/10/indonesia-sebuah-taman-surga/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/10/indonesia-sebuah-taman-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 03:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Dari blog tetangga&#8230;lumayan untuk sekedar mengingatkan&#8230;bahwa sebagai warga negara kita wajib mensyukuri nikmat yang Allah berikan, karena kita telah hidup di negeri yang indah ini&#8230;dan sudah seberapa banyak kita memberi manfaat bagi negeri ini.., sudah seberapa banyak pula kita mengambil nikmat dari negeri ini..? Tanah air kita diibaratkan bagai &#34;sekeping taman surga yang diturunkan ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=93&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari blog tetangga&#8230;lumayan untuk sekedar mengingatkan&#8230;bahwa sebagai warga negara kita wajib mensyukuri nikmat yang Allah berikan, karena kita telah hidup di negeri yang indah ini&#8230;dan sudah seberapa banyak kita memberi manfaat bagi negeri ini.., sudah seberapa banyak pula kita mengambil nikmat dari negeri ini..?<br />
<span id="more-93"></span></p>
<p>Tanah air kita diibaratkan bagai &quot;sekeping taman surga yang diturunkan ke bumi&quot;. Itulah rahmat Allah yang dianugerahkanNya kepada bangsa Indonesia. Ke mana pun kaki melangkah atau mata memandang akan terlihat tanah yang subur, pepohonan yang rindang, serta sawah ladang terbentang belum lagi dengan apa yang dikandung oleh buminya.<br />
<span class="fullpost"></p>
<p>Sejak beribu-ribu tahun, tanah air ini tidak pernah bosan-bosannya mempersembahkan aneka ragam hasil bumi pada putera-puterinya. Tak sesaatpun ia mogok ataupun lesu dalam berproduksi. Kerja sama yang demikian harmonis diperagakan oleh segala unsur-unsurnya: tumbuh-tumbuhan mengeluarkan oksigen agar dihirup oleh binaang, sementara binatang dan manusia pun memberi karbondioksida agar pepohonan dapat mekar dan berbuah.</p>
<p>Demikianlah apa yang tidak dibutuhkan oleh sesuatu diberikan kepada yang lain. Sungai-sungai mengairi tumbuhan, hutan membendung banjir, matahari tak jemu-jemunya memberi kehangatan, air yang menguap akibat matahari dikembalikan oleh kerja sama awan dan angin. Apa gerangan yang terjadi bila masing-masing enggan memberi dan bekerja sama? Pasti kepunahan total yang terjadi?</p>
<p>Prinsip utama yang mengatur tata hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang adalah kemampuannya meluruskan yang bengkok dalam perjalanan hidupnya, membetulkan yang salah, dan menyembuhkan yang sakit. Semuanya dengan cara mandiri dan otomatis.</p>
<p>Sebanayak apa potensi rerumputan yang hijau itu? Adakah sesuatu yang disia-siakannya? Jika kita dapat memahami apa yang dikatakannya,niscaya kita sadar bahwa tidak sesaat pun ia menyia-nyiakan waktu atau mengabaikan peranan yang diembannya. Walalu ada pohon besar tumbuh berdampingan, masing-masing tetap mengemban tugasnya karena mereka sadar bahwa tumbuhan yang membangkang dari garis yang disuratkan, pasti akan mengalami kematian atau kekerdilan.</p>
<p>Pohon besar tidak akan mengambil pohon-pohon yang tumbuh, walaupun kecil. Baik yang kecil maupun yang besar mengambil dari apa yang tersedia sesuai kebutuhan masing-masing. Agaknya, mereka tidak mengenal penumpukan, tidak pula pemborosan, apa lagi penindasan. Tidak seperti masyarakat manusia yang menindas, mengambil, menumpuk dan membuang yang tidak dibutuhkannya.</p>
<p>Ada sesuatu yang sangat ditakuti &#8211; walaupun oleh tumbuhan yang sangat besar sekalipun &#8211; yang berasal dari suatu jenis dan bukan bangsanya atau bagian dari dirinya, yaitu benalu. Benalu menghisap secara perlahan-lahan makanan tanaman yang ditumpanginya sehingga membunuhnya.</p>
<p>&#8220;Sekeping taman surga&#8221; yang dihiasi oleh aneka ragam tumbuhan terbentang di bumi Indonesia. Sekeping surga itu telah kita rebut dengan darah dan air mata. Darinya kita harus mampu menarik pelajaran agar kita dapat meraih surga yang berada di negeri seberang.</p>
<p>Kita harus bekerja tanpa henti, penuh kepedulian, bekerjasama secara harmonis, tidak mengambil melebihi kebutuhan, apalagi menumpuk-numpuk. Kita harus mampu meluruskan sendiri apa yang bengkok dari perjalanan kita dan menyembuhkan apa yang sakit. Kita harus mampu menjadi seperti tumbuha-tumbuhan yang tidak pernah keberatan oleh rimbunnya dedaunan dan tidak pula mengeluh. Bukankah ia makan, tumbuh, dan berbuah berdasarkan perhitungan yang teliti.</p>
<p>Dan terakhir, kita harus waspada dari benalu. Kapan kita berhasil mencapai cita-cita kemerdekaan? Mungkin tidak keliru bila dikatakan, &#8220;pada saat kita mampu meniru rumput-rumput hijau yang bergoyang itu!&#8221;<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=93&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/10/indonesia-sebuah-taman-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALHAMDULILLAHIROBBIL&#8217;ALAMIN</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/08/89/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/08/89/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 23:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[FIKTIF]]></category>
		<category><![CDATA[MALAIKAT]]></category>
		<category><![CDATA[MIMPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/08/89/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah (kisah fiktif) ALHAMDULILLAHI ROBBIL AALAMIIN Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, &#8221; Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=89&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2005/08/14/alhamdulillah-kisah-fiktif/" title="Permanent Link: Alhamdulillah (kisah fiktif)"><span style="color:blue;font-family:Verdana;text-decoration:underline;"><strong>Alhamdulillah (kisah fiktif)</strong></span></a><span style="font-family:Verdana;"><strong><br />
			</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">ALHAMDULILLAHI ROBBIL AALAMIIN<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, &#8221; Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima&#8221;.<br />
<span id="more-89"></span><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Malaikat-ku berkata, &#8220;Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih&#8221;, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?&#8221;, tanyaku.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Menyedihkan&#8221;, Malaikat-ku menghela napas. &#8221; Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?&#8221;, tanyaku.<br />&#8220;Sederhana sekali&#8221;, jawab Malaikat. &#8220;Cukup berkata, &#8216;ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, &#8220;Terima kasih, Tuhan&#8217; &#8220;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri&#8221;, tanyaku.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Malaikat-ku menjawab,<br />&#8220;Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka<br />engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Juga….<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ….Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian … maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">&#8220;Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, &#8216;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu&#8217; &#8220;. (QS:Ibrahim (14) :7 )<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:9pt;">Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih: &#8220;Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi&#8221;. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=89&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/10/08/89/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENCERAHAN</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/28/pencerahan/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/28/pencerahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 16:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Kutipan artikel ini saya peroleh dari blognya nadhiffuad.wordpress.com dengan judul yang sama. setelah saya baca-baca ternyata menarik juga untuk sebuah &#8220;pencerahan&#8221;, makanya dengan tanpa malu-malu lagi saya comot and tempel di sini. Makasih banget pada yang bikin tulisan ini, semoga dapat menjadi pencerahan juga bagi yang lain, dengan demikian amal Anda akan semakin panjang&#8230;amiin. Bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=87&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kutipan artikel ini saya peroleh dari blognya nadhiffuad.wordpress.com dengan judul yang sama. setelah saya baca-baca ternyata menarik juga untuk sebuah &#8220;pencerahan&#8221;, makanya dengan tanpa malu-malu lagi saya comot and tempel di sini. Makasih banget pada yang bikin tulisan ini, semoga dapat menjadi pencerahan juga bagi yang lain, dengan demikian amal Anda akan semakin panjang&#8230;amiin.</p>
<p>Bagi yang berminat baca&#8230;selamat membaca semoga bermanfaat.</p>
<p>Selamat pagi Sahabat Indonesia yang Cerdas,</p>
<p>Semoga hari ini Anda berkelimpahan kasih sayang dan Karunia Nya</p>
<p>Menjadi pribadi yang terus bertumbuh lebih baik, lebih bijak dan lebih memahami eksistensi kita di bumi ini. Menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam menebarkan kebajikan dan kebijakan, hingga tercapainya kehidupan yang aman, damai dan sejahtera.<br />
<span id="more-87"></span><br />
Hari ini saya ingin berbagi pengalaman, tentang memanfaatkan 3 hari dalam hidup ini…. Semoga bermanfaat untuk kita semua.</p>
<p>Al kisah ada seorang pemuda yang senantiasa protes kepada Tuhan. Kenapa dia di lahirkan dari keluarga yang miskin, tidak berpendidikan dan penuh dengan konflik dan kekerasan hidup yang sepertinya tidak pernah lepas dari kesehariannya.</p>
<p>Hari-harinya di habiskan untuk berkeluh kesah, bermalas-malasan dan berangan-angan kosong.</p>
<p>Hari, bulan dan tahunpun berganti…sekarang teman-temannya satu demi satu telah berhasil meraih kesuksesan. Sementara dia masih bergumul dengan protesnya, bahkan semakin menggila dan selalu meneriakkan ” Tuhan Tidak adil ” atas dirinya, atas nasibnya, atas apapun yang menimpanya……</p>
<p>Sahabat indonesia yang cerdas,</p>
<p>Mungkin cerita tadi sangat akrab dengan diri kita, keluarga ataupun lingkungan kita. Begitu banyak orang yang berkeluh kesah, mengumpat dll, yang akhirnya hanya menyisakan konflik batin yang tiada pernah usai.</p>
<p>Marilah kita renungkan, bukankah keluh kesah tidak pernah merubah keadaan…???? bahkan hanya memperburuk dan memperberat hidup yang sudah berat ?????</p>
<p>Sahabat indonesia yang cerdas,</p>
<p>Jika Anda, teman atau keluarga Anda sedang bingung bagaimana memulai kehidupan yang tengah di landa prahara, dan Dunia tampak begitu gelap, masa depan begitu membingungkan. Marilah kita sederhanakan masalah….sesederhana mungkin.</p>
<p>Sebenarnya Tuhan hanya memberikan 3 hari kepada semua manusia. Tidak kurang dan tidak lebih. Kebahagiaan Anda, kemakmuran Anda, kemuliaan Anda ditentukan oleh 3 hari ini.</p>
<p>dan sebaliknya penderitaan Anda, kesulitan Anda dan apapun yang Anda rasakanpun hanya tergantung 3 hari tersebut.</p>
<p>Hanya 3 hari saja….3 hari dalam hidup ini..</p>
<p>Inilah 3 hari dalam hidup kita</p>
<p>Hari pertama : Hari kemarin.<br />
Kita tak bisa merubah apa pun yang telah terjadi.<br />
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.<br />
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan…. dan atau mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.<br />
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;<br />
lepaskan saja…ikhlaskan saja….benar-benar lepas…..lepas…..dan tiada lagi menjadi beban yang kita bawa kemana-mana.</p>
<p>Hari kedua : Hari esok.<br />
Hingga mentari esok hari terbit,<br />
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.<br />
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.<br />
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.<br />
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya<br />
biarkan saja…jangan dirisaukan….jangan di khawatirkan secara berlebihan…</p>
<p>Dan Yang tersisa kini hanyalah hari ini.<br />
Pintu masa lalu telah tertutup,<br />
Pintu masa depan pun belum tiba.<br />
Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.<br />
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.<br />
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.<br />
Hiduplah hari ini dengan gagah berani. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi. Hari ini yang benar-benar pasti.<br />
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.<br />
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.<br />
Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri</p>
<p>Jadi, jika hari ini Anda sedang terhimpit masalah, bingung memulai darimana…harus bagaimana dll….jangan biarkan keadaan dan kondisi hari kemarin mengekang Anda: malu, menyesal, atau sedih yang berkepanjangan….cukup sampai disini saja.</p>
<p>Jangan pula masa depan membuat Anda bingung,khawatir, atau takut yang berlebihan.</p>
<p>Cukup lakukan yang terbaik HARI INI, berikan yang terbaik HARI INI untuk TUHAN Anda….untuk hidup Anda. Niscaya Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk Anda.</p>
<p>Dan lakukan secepatnya….sekarang…..sekarang juga….!!!!</p>
<p>Semoga Tuhan membimbing, mengarahkan dan mendekatkan Anda untuk menemukan jalan terang dalam kehidupan ini. Selamat beraktivitas…selamat berkarya…….!!!!!!!</p>
<p>Salam cerdas</p>
<p>Bambang / bayu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=87&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/28/pencerahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EGOISME</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/28/egoisme/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/28/egoisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 15:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[egoisme]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keakuan]]></category>
		<category><![CDATA[Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/28/egoisme/</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda, kata apa yang paling banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari? Penelitian tentang hal ii pernah dilakukan meskipun bukan di tanah air. Ali Amin, wartawan kawakan dari Mesir, menulis dalam harian Akhbar Al Yaum bahwa suatu perusahaan telepon merekam lima ratus percakapan dalam rangka mengetahui kata yang paling banyak digunakan. Dan, ternyata, kata tersebut adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=81&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_85" class="wp-caption alignleft" style="width: 108px"><img src="http://ikhlasulamalramadhan.files.wordpress.com/2009/09/egoisme1.jpg?w=98&#038;h=150" alt="egoisme" title="egoisme" width="98" height="150" class="size-thumbnail wp-image-85" /><p class="wp-caption-text">egoisme</p></div>Tahukah Anda, kata apa yang paling banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari? Penelitian tentang hal ii pernah dilakukan meskipun bukan di tanah air.<br />
<span id="more-81"></span><br />
Ali Amin, wartawan kawakan dari Mesir, menulis dalam harian Akhbar Al Yaum bahwa suatu perusahaan telepon merekam lima ratus percakapan dalam rangka mengetahui kata yang paling banyak digunakan. Dan, ternyata, kata tersebut adalah kata &#8220;aku&#8221; atau &#8220;saya&#8221;. Kata ini terulang sebanyak hampir 4000 kali atau sama dengan delapan kali setiap dilakukan suatu percakapan. Sayang, tidak diinformasikan berapa lama berlangsung setiap percakapan tersebut.<br />
Rupanya, kata &#8220;aku&#8221; atau &#8220;saya&#8221;, merupakan kata yang paling ringan, indah dan lezat untuk diucapkan, walaupun terkadang seringkali terasa &#8220;berat&#8221; terdengar di telinga mitra bicara kita. Adakah ini mengindikasikan tentang mendalamnya individualisme, serta menonjolnya &#8220;keakuan&#8221; manusia dewasa ini?<br />
Tentu saja mustahil untuk menghapus kata &#8220;aku&#8221; atau &#8220;saya&#8221; dari kamus, namun sebagai umat manusia kita mendapat tuntunan kapan dan bagaimana menggunakan kata tersebut.<br />
Tuntunan tesebut dapat kita temukan dalam beberapa ayat Al Qur&#8217;an.<br />
Allah SWT dan manusia menggunakan kata &#8220;Aku&#8221; atau &#8220;Saya&#8221;, walaupun diakui bahwa Allah SWT Mahamutlak serta tak ada yang menyamai kebesaran dan keagunganNya, namun jarang sekali Dia Yang Maha Kuasa itu menggunakan kata-kata &#8220;Aku&#8221; atau &#8220;Saya&#8221;. Jika dikuatirkan timbul kesalahpahaman tentang Dzat atau wewenangNya barulah kata-kata tersebut digunakan.<br />
Manusia-manusia pilihan Allah menggunakan kata &#8216;aku&#8221; bukan dalam rangka menonjolkan keakuan, tetapi justru menggambarkan kebutuhan dan kelemahan mereka khususnya di hadapan Allah SWT. Perhatikan, misalnya, ayat berikut ini. Katakanlah: &#8220;Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak pula aku mengetahui yang gaib, dan tidak pula aku mengatakan padamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali apa yang diwahyukan kepadaku&#8221; (QS 6: 50)<br />
Demikian juga jika untuk satu dan lain sebab mereka menonjolkan keistimewaan, sebagai contoh pada ayat berikut: &#8220;Ini adalah sebagian dari anugerah Tuhanku, dalam rangka mengujiku, apakah aku besyukur atau mengingkari (nikmatNya) (QS 27: 40) Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui (QS: 12: 86)<br />
Di samping itu kalu kata &#8220;aku&#8221; mereka gunakan, maka itu dalam rangka menggabungkan diri ke dalam kelompok. Orang-orang terpuji menyatakan keislaman mereka dengan berucap, Dan saya termasuk kelompok orang Muslim, atau Aku diperintahkan menjadi salah seorang dari kaum Muslimin (QS 10: 72; 41:33)<br />
Umat Islam dituntun oleh Al Qur&#8217;an untuk mengucapkan : hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepadaMu kami memohon bantuan (QS 1 : 5) Ia tidak dibenarkan mengubah kata &#8220;kami&#8221; menjadi &#8220;aku&#8221; walaupun ketika ia shalat sendirian. Hal ini memberi kesan bahwa keakuan seorang Muslim secara konseptual harus lebur dalam &#8220;aku-aku&#8221; yang lain. Ia harus selalu bersama orang atau mahluk-mahluk yang lain. Kebersamaan tersebut menghasilkan keterikatan seorang Muslim dengan sesama manusia, sehingga merasakan derita orang lain.. &#8220;Bagaikan satu jasad yang memiliki organ-organ; seluruh jasad merasakan keluhan organ yang terkecil sekalipun&#8221;.<br />
Kiranya dari sini kita dapat memahami mengapa tokoh Qarun &#8211; seorang kaya raya pada masa Musa a.s. yang tidak merasakan derita orang lain &#8211; dikecam Al Quran ketka menonjolkan keakuannya dengan berkata: &#8220;Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karen ilmu yang ada padaku (QS 28: 78)<br />
Ciri Islam adalah kebersamaan dan ia harus mewarnai aktivitas Muslim &#8211; termasuk mewarnai ucapan-ucapannya. Wallahu A&#8217;lam.</p>
<p>dikutip dari Lentera Hati nya Bp. Dr. M. Quraish Shihab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=81&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/28/egoisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikhlasulamalramadhan.files.wordpress.com/2009/09/egoisme1.jpg?w=98" medium="image">
			<media:title type="html">egoisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Ucapan Idul Fitri</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/19/makna-ucapan-idul-fitri/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/19/makna-ucapan-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 08:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kecerdasarn Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang berakhirnya Bulan Suci Ramadhan ini, banyak rekan dan kerabat mengirimkan kartu ucapan maupun sms berisi ucapan Selamat Idul Fitri. Hal ini senantiasa berlangsung setiap akhir Ramadhan. Agar kita lebih memahami ucapan tersebut dan tidak hanya sekedar mengucapkannya saja, saya kira tidak ada salahnya jika kita menyimak tulisan berikut Tulisan di bawah ini saya kutip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=76&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ikhlasulamalramadhan.files.wordpress.com/2009/09/handshake2.jpg?w=150&#038;h=100" alt="handshake2" title="handshake2" width="150" height="100" class="alignnone size-thumbnail wp-image-78" />Menjelang berakhirnya Bulan Suci Ramadhan ini, banyak rekan dan  kerabat mengirimkan kartu ucapan maupun sms berisi ucapan Selamat Idul Fitri. Hal ini senantiasa berlangsung setiap akhir Ramadhan. Agar kita lebih memahami ucapan tersebut dan tidak hanya sekedar mengucapkannya saja, saya kira tidak ada salahnya jika kita menyimak tulisan berikut<br />
Tulisan di bawah ini saya kutip dari sumber utamanya di situs eramuslim tepat sehari sebelum hari raya Idul Fitri 1430 H. Saya ucapkan selamat menyimak, mudah-mudahan bermanfaat dan Idul Fitri kita menjadi lebih bermakna. Amiin.<br />
<span id="more-76"></span></p>
<p>Kata ‘id merupakan kata jadian dari ‘aud yang berarti kembali dan mengulangi dikarenakan hal itu terjadi berulang-ulang. Tidak terdapat makna istilah dari makna bahasannya. Terdapat dua hari ‘id didalam islam yaitu Idul Fitri pada permulaan bulan syawal dan Idul Adha pada tanggal 10 dzulhijjah. Sedangkan kata fitri berarti berbuka (ifthor).</p>
<p>Dengan demikian dinamakan Idul Fitri dikarenakan pada hari itu seluruh kaum muslimin dibolehkan kembali untuk ifthor (tidak berpuasa) setelah sebulan penuh melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan.</p>
<p>Sedangkan tentang tahniah (ucapan selamat) di hari raya maka Jumhur fuqoha mengatakan bahwa hal itu disyariatkan.</p>
<p>Pemilik kitab “ad Durr al Mukhtar’ yang bermadzhab Hanafi mengatakan bahwa ucapan hari raya dengan lafazh “Taqobbalallohu Minna wa Minkum” tidaklah bisa diinkari.</p>
<p>Ibnu Abidin—pemilik kitab “Ad Durr al Mukhtar”—melanjutkan bahwa hal itu, sedikit pun tidak berasal dariAbu Hanifah. Ibnu Amir al Hajj mengatakan bahwa sepertinya hal itu dibolehkan dan disukai secara umum. Lalu dia menyertakan beberapa atsar dengan sanad-sanad yang shahih dari para sahabat yang melakukan hal itu. Dia mengatakan,”Orang-oang yang mengamalkan hal itu di negeri-negeri Syam dan Mesir mengatakan,”’Id Mubarok wa Alaika.” (Id yang penuh berkah bagimu) atau ucapan-ucapan lainnya.</p>
<p>Para ulama Maliki menyebutkan bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang perkataan seorang lelaki kepada saudaranya pada hari raya “Taqobbalallohu Minna wa Minka.” (Semoga Allah menerima dari kita dan dari anda) maksudnya adalah puasa dan perbuatan-perbuatan baik pada saat Ramadhan. Juga perkataan “Ghoffarollohu Lana wa Laka” (Semoga Allah mengampuni kita dan kamu). Lalu Imam Malik menjawab,”Aku tidak pernah mengenalnya tapi juga aku tidak mengingkarinya.”</p>
<p>Ibnu Rajab mengatakan bahwa maknanya adalah hal itu tidak dikenal didalam sunnah namun tidak pula mengingkari orang-orang yang mengatakannya, karena itu adalah perkataan baik dan juga doa.” Syeikh Asy Syaibaniy mengatakan bahwa wajib melakukannya yang apabila meninggalkannya akan memunculkan fitnah dan putusnya silaturahim.</p>
<p>Seperti perkataan sebagian manusia pada hari raya,”Id Mubarok” “Ahyakumulloh” atau yang sejenisnya maka tidak diragukan lagi bahwa itu semua dibolehkan bahkan bisa jadi diwajibkan setelah itu karena manusia diperintahkan untuk menampilkan rasa kasih sayang dan kecintaannya antara sebagian mereka dengan sebagian yang lainnya.</p>
<p>Sedangkan didalam madzhab Syafi’i; dinukil dari ar Romliy dari al Qumuliy berkata bahwa aku tidak melihat pada para sahabat kami sebuah perkataan tentang tahniah hari raya, tahun-tahun, bulan-bulan sebagaimana dilakukan manusia.</p>
<p>Akan al Hafizh al Mundziriy menukil dari al Hafizh al Maqdisiy mengatakan bahwa manusia masih berbeda pendapat tentang hal itu dan aku melihat bahwa hal itu dibolehkan, bukan sunnah juga bukan bid’ah.</p>
<p>Kemudian ar Romliy menyebutkan bahwa Ibnu Hajar al Asqolaniy mengatakan,”Hal itu disyariatkan.” Al Hafizh berdalil bahwa Baihaqi membuat sebuah bab tentang ini, yaitu “Bab Riwayat Tentang Perkataan Sebagian Manusia Kepada Sebagian Lainnya Di Hari Raya. Taqobbalallohu Minna wa Minka.” Lalu dia pun menyertakan beberapa atsar dhoif (lemah) akan tetapi secara keseluruhan semua itu menjadi argumentasi dalam permasalahan ini. Kemudian dia mengatakan,”Hal itu menjadi argumentasi tentang keumuman tahniah sebagaimana yang terjadi ketika mendapatkan sebuah kenikmatan atau dihindarkan dari suatu adzab maka disyariatkan untuk sujud syukur dan bertakziyah.</p>
<p>Seperti yang disebutkan didalam ash Shahihahin dari Ka’ab bin Malik pada kisah taubatnya ketika mangkir dari perang tabuk. Tatkala dirinya diberikan kabar gembira bahwa taubatnya telah diterima maka dirinya mendatangi Nabi saw kemudian Thalhah berdiri menghampirinya dan mengucapkan tahniah.”</p>
<p>Disebutkan didalam kitab “Al Mughni” milik Ibnu Qudamah yang bermadzhab Hambali bahwa Imam Ahmad mengatakan,”Tidak masalah bagi seorang lelaki mengucapkan kepada lelaki lainnya pada hari raya “Taqobbalallohu Minna wa Minka.” Harb mengatakan,”Ahmad pernah ditanya tentang perkataan manusia pada dua hari raya,”Taqobbalallohu Minna wa Minkum.” Lalu dia menjawab,”Tidak mengapa dengan hal itu, diriwayatkan oleh para penduduk Syam dari Abu Umamah.” Dikatakan kepadanya,”Watsilah bin al Asqo’?” dia berkata,”Ya.” Dikatakan kepadanya,”apakah tidak dimakruhkan perkataan itu pada hari raya?” dia menjawab,”Betul.”</p>
<p>Tentang ucapan hari raya ini Ibnu Aqil menyebutkan beberapa hadits, diantaranya bahwa Muhammad bin Ziyad berkata,”Aku pernah bersama Abu Umamah al Bahiliiy dan yang lainnya dari kalangan para sahabat Nabi saw bahwa tatkala mereka kembali dari shalat id maka sebagian dari mereka mengatakan kepada sebagian yang lainnya,”Taqobbalallohu Minna wa Minka.” Ahmad mengatakan,”Sanad hadits Abu Umamah jayyid (baik).’</p>
<p>Wallahu A’lam </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=76&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/19/makna-ucapan-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikhlasulamalramadhan.files.wordpress.com/2009/09/handshake2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">handshake2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FITRAH</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/19/kembali-fitri/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/19/kembali-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 04:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[fitrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/19/kembali-fitri/</guid>
		<description><![CDATA[Kata Fitrah berasal dari istilah Arab yang berarti asal kejadian, kesucian dan agama yang benar. Fitrah manusia atau asal kejadiannya sebagaimana diciptakan Allah SWT, menurut ajaran Islam, adalah bebas dari noda dan dosa seperti bayi yang baru lahir. Fitrah dengan arti asal kejadian dihubungkan dengan pernyataan seluruh manusia sewaktu berada di alam arwah yang mengakui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=60&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata Fitrah berasal dari istilah Arab yang berarti asal kejadian, kesucian dan agama yang benar. Fitrah manusia atau asal kejadiannya sebagaimana diciptakan Allah SWT, menurut ajaran Islam, adalah bebas dari noda dan dosa seperti bayi yang baru lahir.<br />
Fitrah dengan arti asal kejadian dihubungkan dengan pernyataan seluruh manusia sewaktu berada di alam arwah yang mengakui ketuhanan Allah SWT seperti digambarkan dalam surah Al Araf ayat 172-173.<br />
<span id="more-60"></span></p>
<p>Fitrah dengan arti kesucian terdapat dalam hadi yang menyebutkan semua bayi lahir dalam keadaaan fitrah, dalam keadaan suci dan bayi tersebut oleh kedua orangtuanya dapat dijadikan pemeluk Kristen, Yahudi atau Majusi (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Malik dan Ahmad bin Hanbal atau Imam Hanbali). Berdasarkan paham ini, Islam mewajibkan kedua orangtua untuk mendidik anak-anaknya sejak dini dengan pendidikan dan pengajaran Islam.<br />
Sesuai dengan fitrah setiap bayi, maka dalam Islam tidak dikenal adanya dosa warisan. Setiap bayi, baik anak Muslim atau non muslim, berada dalam fitrah, yaitu kesucian, sehingga bila meninggal dunia sebelum akil baliq dia tidak akan di siksa di akhirat sekalipun kedua orang tuanya kafir.<br />
Fitrah dengan arti agama yang benar, yakni agama Allah SWT, adalah arti yang dihubungkan sebagian penafsir Al Qur&#8217;an dengan kata fitrah dalam surah Ar Rum ayat 30. Arti ayat tersebut adalah, &#8220;Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui&#8221;.<br />
Ada pula yang menafsirkan agam yang lurus (benar) di sini sebagai agama Islam, dengan alasan Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah karena sesuai dengan kebutuhan manusia untuk tunduk kepada Tuhan, dan dapat membimbing manusia kepada cara beribahad secara benar.<br />
Fitrah juga diartikan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW, dan ada pula yang mengartikannya dengan sunnah-sunnah para nabi. Pengertian ini ditarik dari hadis Nabi SAW yang berbunyi &#8220;khams min al fitrah&#8221; (lima yang termasuk fitrah), yaitu: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.<br />
Hadis Abu Hurairah ini terdapat dalam kitab Sahih Muslim. Imam Muslim juga menyebut versi lain yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar, istri Nabi SAW. Versi ini menyebut 10 hal yang termasuk fitrah menurut Nabi, yakni mencukur kumis, memelihara janggut, mengosok gigi, memasukkan air ke hidung, memotong kuku, mencuci sela-sela jari dan lipatan telinga, mencabut bulu ketiak, mencukkur bulu kemaluan, beristinja dan berkhitan.<br />
Fitrah juga diartikan sebagai sifat bawaan pada setiap manusia yang belum dimasuki unsur-unsur dan pengaruh dari luar yang baik atau yang buruk. Manusia diciptakan sesuai fitrahnya, artinya menurut sifat bawaan asli yang cenderung kepada kesucian dan pencarian Tuhan Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Sumber: Ensiklopedi, Dialog Jum&#8217;at-Republika 18 September 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=60&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/09/19/kembali-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KATA-KATA BIJAK</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/08/30/kata-kata-bijak/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/08/30/kata-kata-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 10:51:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kecerdasarn Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[kata bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Kepercayaan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[KEPERCAYAAN DIRI Berikut saya kutipkan beberapa kata bijak dari para tokoh dunia, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi Anda dalam menjalani hidup ini sehingga dapat lebih berguna tidak saja bagi diri Anda tapi juga bagi orang lain dan lingkungan kita. Kemenangan selalu dimiliki oleh orang yang menolak untuk menyerah dari pertarungan (Napoleon Hill) Berdayakan diri Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=54&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEPERCAYAAN DIRI</p>
<p>Berikut saya kutipkan beberapa kata bijak dari para tokoh dunia, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi Anda dalam menjalani hidup ini sehingga dapat lebih berguna tidak saja bagi diri Anda tapi juga bagi orang lain dan lingkungan kita.</p>
<ol>
<li> Kemenangan selalu dimiliki oleh orang yang menolak untuk menyerah dari pertarungan (Napoleon Hill)</li>
<li> Berdayakan diri Anda seoptimal mungkin, karena sesungguhnya di situlah semua yang Anda inginkan berada (Ralph Wadldo Emerson)</li>
<li> Sebenarnya Anda memiliki kekuatan lebih dari apa yang Anda bayangkan. termasuk Anda mampu melakukan lebih dari apa yang Anda pikirkan. Kekuatan Anda tidak terbatas oleh pembatas apapun, kecuali batasan yang diciptakan oleh Anda sendiri (Darwin P. Kingsley)</li>
<li> Kurang rasa percaya diri adlaah sumber penyebab dari segala kegagalan. Jika  Anda tidak yakin dengan kekuatan yan Anda miliki, maka Anda lemah, meskipun sebenarnya Anda kuat.</li>
<li> Sumber kemenangan sejati adalah kemenangan atas diri Anda, buka kemenangan atas kekalahan orang lain (John Heider)</li>
<li>Keberanian adalah kemampuan Anda menguasai rasa takut, bukan menghilangkan rasa takut (Mark Twain)</li>
<li> Jadilah Anda orang yang menciptakan lingkungan bukan menjadi mahluk ciptaan lingkungan, bersikaplah proaktif dan jangan bersikaf reaktif (Brian Tracy)</li>
<li> Tidak ada pekerjaan yang membuatmu merasa berat menyelesaikannya, selama dirimu sanggup membaginya menjadi pekerjaan kecil (Henry Ford)</li>
<li> Jangan mencari sesuatu untuk mengubah dunia, sebaliknya temukan sesuatu untuk mengubah pikiran Anda terhadap dunia.</li>
<li> Jika Anda selalu bermain di wilayah yang membuat Anda merasa aman dan nyaman, maka Anda sudah memutuskan untuk tidak mau berkembang lebih maju.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=54&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/08/30/kata-kata-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERAN KECERDASAN EMOSI DALAM PBM</title>
		<link>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/05/16/peran-kecerdasan-emosi-dalam-pbm/</link>
		<comments>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/05/16/peran-kecerdasan-emosi-dalam-pbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 16:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhlasulamalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kecerdasarn Emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Akar kata emosi adalah movere, kata kerja bahasa Latin yang berarti ‘menggerakan, bergerak’, ditambah awalan “e’ untuk memberi arti “bergerak menjauh’, menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Bahwasanya emosi memancing tindakan yang tidak rasional. Emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya (keadaan biologis dan psikologis), serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=50&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entrytext">
<div class="snap_preview"><strong></strong>Akar kata emosi adalah movere, kata kerja bahasa Latin yang berarti ‘menggerakan, bergerak’, ditambah awalan “e’ untuk memberi arti “bergerak menjauh’, menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Bahwasanya emosi memancing tindakan yang tidak rasional.</div>
<div class="snap_preview">
<span id="more-50"></span><br />
Emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya (keadaan biologis dan psikologis), serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak.<br />
Ada ratusan emosi, bersama dengan campuran, variasi, mutasi, dan nuansanya. Sejumlah teori mengelompokkan emosi dalam golongan-golongan:<br />
•	Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati, rasa pahit, berang, tersinggung, dan bermusuhan.<br />
•	Kesedihan pedih, suram, melankolis, mengasihi diri, kesepian, ditolak, putus asa.<br />
•	Rasa Takut : cemas, gugup, khawatir, waspada, tidak tenang, ngeri, fobia.<br />
•	Kenikmatan : bahagia, gembira, puas, bangga, terpesona, dan senang.<br />
•	Cinta : kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, dan kasih.<br />
•	Terkejut : terkejut, terkesiap, takjub, terpana.<br />
•	Jengkel : hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, mau muntah.<br />
•	Malu : rasa salah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.<br />
Dengan kata lain, apakah pengertian “kecerdasan emosional” (EQ) itu? Jawabannya, EQ adalah serangkaian kemampuan mengontrol dan menggunakan emosi, serta mengendalikan diri, semangat, motivasi, empati, kecakapan sosial, kerja sama, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.</p>
<p>2.  Lima Aspek Kecerdasan Emosional</p>
<p>a. Mengenali emosi diri (Emotional Awareness)<br />
Inti dan kecerdasan emosional adalah kesadaran akan perasaan diri sendiri sewaktu perasaan itu timbul, ciri kesadaran ini dilukiskan sebagai “perhatian tak memihak’. Kesadaran diri bukanlah perhatian yang larut kedalam emosi, bereaksi secara berlebih an dan melebih-lebihkan apa yang diserap?</p>
<p>b. Mengelola emosi (Managing Emotion)<br />
Emosi bukan untuk ditekan, karena setiap perasaan mempunyai nilai dan makna. Sebagaimana yang diamati Aristoteles, yang dikehendaki adalah emosi yang wajar, yakni adanya keselarasan antara perasaan dan lingkungan.</p>
<p>c. Memotivasi diri sendiri (Self Motivation)<br />
Kecerdasan emosional dapat merupakan kecakapan utama apabila kita dapat mengelola tingkat emosi yakni dengan jalan mempertinggi kemampuan lainnya misalnya antusiasme, semangat, tekun, gigih, dan ulet.</p>
<p>d. Mengenali emosi orang lain (Managing Conflict/Empati)<br />
Akar permasalahan disini adalah Empati (Empathia) yang artinya, adalah ikut merasakan bagaimana perasaan orang lain. Suatu kemampuan Empati dapat di tumbuhkan sejak bayi, dengan mulai belajar mensetarakan/menyelaraskan emosi.</p>
<p>e. Membina hubungan (Social Comunication)<br />
Salah satu kunci kecakapan sosial adalah seberapa baik atau buruk seseorang mengungkapkan perasaannya sendiri (Tata Krama Tampilan). Dalam bersosialisasi hendaknya kita mempunyai tampilan emosi yang baik. Karena kecerdasan emosional mencakup dalam menangani hubungan sosial dan dapat menularkan emosi positif.</p>
<p>Sebagai pendidik yang terampil secara emosional dapat sangat membantu anak didik dengan memberi keterampilan emosional. Hasil dari beberapa survei membuktikan bahwa anak didik yang telah mendapat pendidikan EQ mempunyai sifat sbb:<br />
•	Lebih pintar menangani emosinya dan lebih stabil emosinya<br />
•	Lebih dapat berkonsentrasi<br />
•	Lebih bertanggung jawab dan lebih tegas<br />
•	Lebih memahami orang-orang lain<br />
•	Lebih terampil dalam menyelesaikan konflik<br />
•	Berfikir dahulu sebelum bertindak<br />
•	Lebih memahami akibat-akibat dari tindak tanduk mereka</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhlasulamalramadhan.wordpress.com&amp;blog=3176281&amp;post=50&amp;subd=ikhlasulamalramadhan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhlasulamalramadhan.wordpress.com/2009/05/16/peran-kecerdasan-emosi-dalam-pbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d91ad2459939f2fa38bd3f7df926f7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlasulamalramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
